Kembang gandarasa (Justicia gendarussa / Gendarussa vulgaris),
Kandungan Senyawa
Daun gendarus mengandung berbagai senyawa bioaktif yang mendukung fungsi reproduksi dan kesehatan tubuh. Gendarusin A dan B, flavonoid glikosida spesifik, menjadi kunci efek antifertilitas dengan cara menghambat enzim pada sperma tanpa memengaruhi hormon testosteron. Senyawa lignan justicin memberikan efek anti-inflamasi dan analgesik yang kuat, membantu meredakan peradangan dan nyeri. Alkaloid dan saponin dalam daun berperan melancarkan peredaran darah dan mengurangi pembengkakan, sementara minyak atsiri memberikan aroma khas yang agak menyengat serta memiliki efek antiseptik.
Manfaat
Daun gendarus memiliki beragam khasiat fitofarmaka yang mendukung kesehatan reproduksi, tulang, dan sistem saraf. Sebagai kontrasepsi pria non-hormonal, senyawa gendarusin menghambat enzim hyaluronidase pada kepala sperma, sehingga sperma tidak dapat menembus sel telur, tetapi kualitas dan jumlah sperma tetap normal tanpa menurunkan libido. Secara tradisional, daun gendarus dikenal sebagai “Besi-besi” atau penguat tulang; tumbukannya digunakan sebagai bobok untuk melancarkan peredaran darah pada area patah tulang, keseleo, atau memar, sekaligus mengurangi pembengkakan dengan cepat. Khasiat analgesik dan efek hangatnya membantu meredakan nyeri sendi kronis, sakit punggung, dan migrain dengan cara melancarkan aliran darah yang tersumbat. Selain itu, rebusan daunnya juga digunakan sebagai antiseptik saluran napas untuk mengencerkan dahak dan meredakan batuk bronkitis ringan.
