Ranti / lencak sawit (Solanum nigrum)
Kandungan Senyawa
Daun ranti mengandung berbagai senyawa bioaktif dengan manfaat kesehatan yang beragam. Solanine dan solasonine adalah glikoalkaloid steroidal utama yang bersifat “pedang bermata dua”: dalam dosis kecil, mereka memiliki efek anti-inflamasi, namun dalam dosis tinggi dapat menjadi racun saraf. Solasodine, senyawa aglikon, menunjukkan potensi antiproliferatif untuk menghambat pertumbuhan sel kanker sekaligus memberikan efek anti-inflamasi yang kuat. Antosianin, pigmen ungu hingga hitam pada kulit buah matang, berfungsi sebagai antioksidan pelindung sel. Saponin berperan sebagai pembersih alami dengan aktivitas ekspektoran, membantu mengencerkan dahak, serta memiliki efek antimikroba.
Manfaat
Daun ranti memiliki berbagai khasiat tradisional yang mendukung kesehatan kulit, organ pencernaan, dan sistem ekskresi. Untuk penyakit kulit seperti eksim, koreng, cacar air, atau gatal-gatal (pruritus), air rebusan atau tumbukan daun ranti digunakan sebagai pembersih berkat efek anti-inflamasi dan antiseptiknya. Sebagai pereda demam, zat aktif dalam daunnya dapat menurunkan suhu tubuh, baik digunakan sebagai kompres maupun minuman herbal dosis rendah, terutama pada anak-anak. Ekstrak daun ranti juga bersifat sitoprotektif bagi lambung, menekan sekresi asam lambung berlebih dan melindungi dinding lambung dari tukak secara alami. Selain itu, daun ranti memiliki efek hepatoprotektif dan nefroprotektif, membantu melindungi hati dan ginjal dari kerusakan akibat racun kimia tertentu.
