Pucang / jambe (Biji Pinang / Areca catechu)
Kandungan Senyawa
Arekolin merupakan alkaloid bioaktif utama dengan sifat parasimpatomimetik, bekerja mirip nikotin dengan merangsang sistem saraf pusat untuk meningkatkan kewaspadaan dan detak jantung. Buah pinang juga kaya akan tanin terkondensasi, atau procyanidin, yang memberi warna merah saat dikunyah serta berfungsi sebagai astringen kuat dan antioksidan. Alkaloid sekunder seperti arekaidin dan guvacin memengaruhi reseptor GABA di otak, memberikan efek menenangkan ringan di tengah rangsangan. Selain itu, polifenol yang terkandung memiliki sifat anti-inflamasi dan antimikroba, membantu melindungi jaringan mulut dalam jangka pendek.
Manfaat
Biji jambe dikenal karena khasiatnya yang beragam. Sebagai stimulan dan fokus instan, mengunyah biji jambe memberikan lonjakan energi cepat, menghilangkan kantuk, dan meningkatkan konsentrasi mental, mirip dengan kafein dosis tinggi. Kandungan taninnya yang sepat juga berfungsi sebagai penguat gusi, membantu mengencangkan gusi yang kendur, menghentikan pendarahan, dan mengurangi bau mulut meski menodai gigi. Secara farmakologis, senyawa arekolin dalam biji ini bertindak sebagai obat cacing dengan melumpuhkan sistem saraf cacing pita dan cacing gelang, sehingga cacing dapat dikeluarkan dari tubuh. Selain itu, bubuk biji pinang kering sering digunakan untuk menyembuhkan luka terbuka, menghentikan pendarahan dengan cepat, dan mencegah infeksi. Khasiat stimulan dan peningkatan aliran darahnya juga secara tradisional dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual sebagai afrodisiak.
